Journal Universitas Halmahera
Abstrak
Pengaruh Biaya Pemasaran Terhadap Tingkat Pendapatan Petani Kopra Di Kecamatan Tobelo Selatan Kabupaten Halmehara Utara
Stefen Popoko
Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara merupakan salah satu penghasil kopra terbesar di Propinsi Maluku Utara. Namun demikian, secara umum penghasilan petani kelapa yang menjual hasilnya dalam bentuk kopra, masih rendah. Penyebab rendahnya pendapatan petani adalah kesenjangan harga di tingkat petani dibandingkan dengan harga pada tingkat konsumen akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (a) saluran pemasaran dan fungsi pemasaran, dan (b) tingkat efisiensi pemasaran kopra di Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2013. Jumlah petani kelapa yang menjual hasilnya dalam bentuk kopra di Kecamatan Tobelo Selatan adalah 215 orang yang tersebar di berbagai desa di Kecamatan Tobelo Selatan. Petani sampel ditentukan secara acak sederhana dengan mengambil 43 responden. Prosedur penentuan lembaga pemasaran sampel dilakukan dengan cara non probability sampling. Prosedur pengambilan sampelnya dilakukan secara pendekatan kelembagaan dengan melalui metode snowball Sampling. Analisis yang dilakukan adalah analisis marjin pemasaran, keuntungan, bagian harga dan efisiensi pemasaran. Pengaruh biaya pemasaran terhadap keuntungan lembaga pemasaran di analisis dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran kopra di Kecamatan Tobelo Selatan, yaitu: Saluran I : Petani  Pedagang Pengumpul  Pabrik Minyak Kelapa, dan Saluran II: Petani  Pabrik Minyak Kelapa. Sebagian besar petani (61%) menggunakan Saluran I untuk memasarkan kopra, sedangan sisanya (39%) menggunakan Saluran II. Bagian harga (Share) petani terhadap harga jual ditingkat pedagang akhir untuk pemasaran kopra pada saluran I adalah sebesar 73%, sedangkan pada saluran II dengan cara yang sama diperoleh share sebesar 100. Pemasaran kopra di Kecamatan Tobelo Selatan semua efesien baik melalui saluran I maupun saluran II, karena keduanya mempunyai nilai efesiensi (Ep) < 50 %, yaitu masing-masing sebesar 8% untuk pemasaran kopra saluran I dan 10% untuk saluran II. Marjin pemasaran pada saluran I (Rp. 1150/kg) lebih kecil bila dibandingkan dengan marjin pemasaran pada saluran II (Rp. 1856/kg). Biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh pedagang pengumpul yang berupa biaya transportasi dan biaya tenaga secara simultan berpengaruh nyata (p
Katakunci: biaya pemasaran; petani kopra; Tobelo Selatan.