Journal Universitas Halmahera
Abstrak
Facebook DAN POLITIK : SARANA DEMOKRASI ATAU ARENA KONTESTASI PENCITRAAN PADA PROSES PEMILU
Gloria Miagina Palako Djurubassa
Facebook menjadi sarana komunikasi dan alat publisitas politik di era sekarang ini, tidak hanya trend digunakan sebagai media pergaulan anak muda atau masyarakat awam, para pejabat publik pun banyak yang menggunakan facebook. Bahkan banyak kandidat peserta pemilu yang membangun pencitraannya lewat facebook, sehingga menjadikan facebook sebagai kontestasi pencitraan. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis, penelitian ini mencoba mengungkap peran facebook yang digunakan oleh para pejabat publik, atau politisi bahkan para kandidat peserta pemilu sebagai sarana demokratisasi. Terkadang facebook sekedar dijadikan sebagai alat tidak hanya membangun tetapi juga membongkar pencitraan. Hal menarik yang menjadi temuan dalam penelitian ini, yaitu facebook menyediakan ruang komunikasi, interaksi dan informasi antara penggunanya yang membentuk opini publik dan memberikan pengaruh dan keuntungan yang cukup kuat kepada kandidat. Selain itu,masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya terkait masalah-masalah politik secara lebih terbuka dan dengan berbagai alternatif pilihan.Facebook bisa menjadi pisau bermata dua, digunakan sebagai kekuatan demokrasi dan disisi lain menjadi kelemahan demokrasi. Efek negatif anonimitas misalnya, seseorang bisa menyembunyikan identitas aslinya dan menggunakan identitas palsu untuk melakukan tindakan yang kontraproduktif dengan spirit demokrasi yakni melakukan kampanye hitam atau menyebarkan isu negatif terhadap kandidat di dunia maya.