Journal Universitas Halmahera
Abstrak
PENGETAHUAN DAN PENGAJARAN BUDAYA TOBELO PADA KALANGAN PEMUDA DESA PITU DAN DESA WANGONGIRA, KABUPATEN HALMAHERA UTARA
Eppi Manik dan Radios Simanjuntak dan Oscard J.S.May
Masyarakat Suku Tobelo memiliki populasi terbesar di Propinsi Maluku Utara dengan penyebaran terutama di bagian utara Pulau Halmahera. Suku Tobelo dikenal juga dengan masyarakat adat Hibualamo dengan bahasa tradisional yang tergolong dalam rumpun non Austronesia. Modernisasi saat ini menyebabkan kecenderungan masyarakat Suku Tobelo mudah mengadopsi kebudayaan luar dan meninggalkan kebudayaan tradisionalnya, terutama pada kalangan pemuda. Penelitian ini berlangsung pada Bulan Mei-Oktober 2018 di Desa Wangongira yang merupakan desa terpencil dan di Desa Pitu yang terletak di Ibukota Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian bertujuan untuk membandingkan tingkat pengetahuan budaya Tobelo pada para pemuda pada kedua desa sasaran serta proses pengajaran yang diterima. Wawancara dilakukan kepada 30 orang responden dari masing-masing desa secara purposive sampling. Diperoleh hasil penelitian bahwa pemuda Desa Wangongira memiliki kemampuan tinggi dalam kemampuan berbahasa dan seni budaya Tobelo, namun sangat lemah dalam pengetahuan terhadap sejarah suku dan marga. Sebaliknya, pemuda Desa Pitu sangat lemah dalam berbahasa Tobelo, menengah/sedang dalam pengetahuan sejarah suku dan marga serta tinggi dalam kemampuan seni budaya. Secara umum peran keluarga, gereja dan sekolah masih lemah dalam pengajaran budaya Tobelo kepada para pemuda.