Journal Universitas Halmahera
Abstrak
Catatan Refleksi Hukum Pro dan Kontra Penerapan Hukuman Mati Dalam Sistem Pemidanaan di Indonesia
Ernest Sengi
Penerapan hukuman mati di Indonesia bukanlah sebuah topik yang baru lagi dalam diskursus ilmu hukum khususnya hukum pidana. Namun, hukuman mati selalu saja meninggalkan catatan-catatan yang menarik untuk didiskusikan. Catatan-catatan tersebut misalnya tentang pro kontra hukuman mati dimana oleh beberapa ahli hukum pidana di Indonesia masih terdapat perbedaan aliran hukum yang berakibat pada perbedaan pandangan atau pendapat dalam menilai penerapan hukuman mati di Indonesia. Ada beberapa argumen yang selalu menjadi dalil misalnya bagi yang kontra hukuman mati menganggap hukuman mati sebagai hukuman yang merendahkan harkat dan martabat manusia sehingga perlu dihapus; namun di sisi lain bagi yang pro dengan hukuman mati, hukuman mati dipadang tepat dijatuhkan bagi pelaku kejahatan ekstra ordinary crime. Apapun argumennya, hukuman mati masih menjadi hukum positif di Indonesia hingga sekarang ini. Hukuman mati di Indonesia dapat ditemukan dalam Pasal 10 KUHP dan dalam peraturan perundang-undangan khusus di luar KUHP. Dengan demikian, maka dari aspek hukum hukuman mati masih sah berlaku dan diterapkan di Indonesia. Tulisan dalam artikel ini hanya sekedar memberikan catatan refleksi hukum agar kita dapat mengingat kembali bahwa hukuman mati masih menjadi bagian dalam sistem pemidanaan di Indonesia meskipun hingga kini banyak pemerhati hukum dan HAM mengupayakan agar hukuman mati di Indonesia dihapus dan diganti dengan hukuman lain yang lebih bermartabat.